Raskin di sadap
www.GarutNews.com ( Kamis, 2/2 ).
Beras untuk masyarakat miskin (Raskin), selama ini diindikasikan kuat kerap disadap sepanjang perjalanan dari gudang Bulog hingga titik distribusi, sehingga bisa dinilai menjadi salah satu penyebab acap terjadi penyusutan.
Bahkan indikasi tersebut, juga terjadi di wilayah Kecamatan Leles, Kamis (2/2), diperkirakan menggunakan pipa paralon berukuran cukup kecil diruncingkan ujungnya, kemudian ditusukan pada setiap karung Raskin, sehingga penyusutan setiap karung sepintas tak kentara.
Bahkan alokasi penebusan bagi setiap "Rumah Tangga Sasaran" (RTS), semestinya 15 kg setiap bulan, kenyataannya berkisar dua hingga tiga kilogram, dengan harga tebusan seharusnya Rp1.600/kg menjadi sekitar Rp2.500 hingga Rp3.000/kg.
Padahal, pada 2011 lalu saja terdapat 221.010 RTS mendapatkan alokasi pembelian sebanyak 39.781.800 kg Raskin selama Januari hingga Desember.
Atau setiap bulannya dialokasikan pembelian 3.315.150 kg Raskin, masing-masing RTS mendapatkan jatah pembelian 15 kg.
Sumber-sumber lainnya kepada Garut News, mengemukakan indikasi terjadi penyadapan Raskin dari setiap karung berisi 15 -20 kg, disadap sekitar empat ons bahkan lebih Raskin, namun jika disadap mencapai ribuan karung maka jumlahnya pun bisa dibayangkan.
Selain itu, juga diindikasikan Tunggakan Raskin yang tidak bisa tertebus pada salah satu desa, kemudian ditebus desa lainnya, namun tidak disalurkan kepada RTS melainkan di perjualbelikan secara komersial.
Berbagai indikasi tersebut, merupakan kewajiban aparat penegak hukum untuk membuktikan serta mengusutnya secara tuntas, ungkap sumber-sumber tersebut, menambahkan.
Termasuk menyelidiki modus indikasi penyadapan Raskin dalam perjalanan ke titik distribusi, yang kemungkinan tumpukan karung Raskin disimpan pada posisi depan dan belakang bak truk pengangkut, sedangkan ruang kosong di tengah bak truk dijadikan tempat leluasa menyadap sepanjang perjalanan.
****(John). herot 03 Feb, 2012
Admin 03 Feb, 2012
-
Source:
http://situs-berita-terbaru.blogspot.com/2012/02/raskin-di-sadap.html--
Manage subscription | Powered by
rssforward.com
0 komentar:
Posting Komentar